Selasa, 10 Agustus 2010

Pengalaman Tirtayatra Ke Bali By Made Agustha I.S.


Kisah Tirtayatra 10-14 Maret 2007
By Deara (4W)

Pada saat aku ke Pura Lempuyang aku sangat capek karena perjalanannya 6 km dari parkiran mobil dan aku sangat kecewa karena permen nano-nanoku diambil oleh monyet yang ada di balik pepohonan. Aku dan Kak Prita membalap rekor Kak Nanda yang menaiki gunung lebih tinggi dari aku dan Kak Prita akan tetapi saat sudah tiga kali istirahat Kak Prita tidak bisa lebih tinggi dari Kak Nanda aku tetap jalan dan tidak berhenti setelah aku melihat pura akhirnya kita sampai di pura yang kita tuju sebelum itu kita membeli minuman dan kacang tetapi Pak Dewa bertanya bu disini kok sepi ya padahal ini kan Pura Lempuyang kata Pak Dewa tetapi ibu itu berkata ini bukan Pura Lempuyang ini Pura Pasar Agung semua murid Bu Ayu berkata yah capek deh!! Kata semua murid Bu Ayu serentak.
Sesampainya di Pura Lempuyang Luhur aku bertanya mas kira-kira tingginya dari atas kebawah berapa? Kataku mas itu menjawab 1425 diatas permukaan laut  wah tinggi bener nih ampe 1000 kalau turun capek lagi gak ya? kataku dalam hati. Saat sampai ke rumah aku ingin menonton karena ada acara kesukaanku ya itu kartun. Dalam perjalanan pulang aku mampir dulu sembahyang ke Pura Goa Lawah, disitu banyak sekali kelelawar hampir beribu-ribu kelelawar menyangkut di dalam goa itu tetapi para pedanda masih bisa ke dalam walaupun banyak kelelawar wah gimana yah kalau yang sensitive terhadap kelelawar pasti sudah takut kepada kelelawar iih jijik.
 Sesampai di jalan aku makan tetapi di pinggir jalan aku berkata wah orang kaya yang tersiksa semua orang di situ pada ketawa karena ya emang betul sih Kak Nanda orang kaya dan Kak Prita orang kaya juga pasti pada ketawa Karena mereka sudah melupakan tentang diri mereka sendiri tetapi saat makan aku berpikir bahwa kita itu sudah seperti orang miskin yang lebih tersiksa wah bisa juga ya berpikir seperti itu mana ada orang yang berpikir sebegitu dan juga lagi makan apa gak pengen makan lagi tuh tapi kalau aku sih makan aja yang penting enak kan.
Sesampai di rumah aku belajar membuat banten dengan semat tetapi karena belum kuat aku memakai steples untuk  membuat banten yang akan di bawa besoknya. Keesokaan harinya aku ke Pura Besakih, Batur, dan Uluwatu perjalanan ke Pura Besakih kira kira 1 jam sesampainya di Pura Besakih aku dan teman temanku berjalan ke padma tiga dan melewati tangga. Aku dan Kak Prita menghitung berapa jumlah tangga yang kita naiki pada saat ke padma tiga hanya ada 68 tangga tidak sama dengan pura lempuyang yang bertangga 1800 tangga dari parkiran. Perasaanku selama menjalani kedua kegiatan ini aku merasa sedikit capek dan senang karena bisa menjelajah ke pura pura yang tak pernah ku kenal di Bali. (Made Agustha I.S.)
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar