Kamis, 05 Agustus 2010

Made Wiwekananda Kusuma: Pengalaman Tirta Yatra

Pengalaman Titrayatra Ke Bali
Nanda 10L


Perjalanan Tirtayatra Tgl 10-14 Maret sangatlah menyenangkan karena untuk pertama kalinya siswa Hindu mengadakan acara Titrayatra ke luar kota. Waktu itu aku yang menjemput Adik-adik kelas beserta Bu Ayu dan keluarganya. Aku sudah tiba di Bali sehari sebelum mereka semua datang. Setelah menjemputnya, saya langsung mengantarkan mereka menuju rumahku di Jl. Tukad Unda 5 no.11. Sampai dirumahku kita harus mempersiapkan diri untuk besok karena besok kita akan berangkat ke Pura Lempuyang Luhur dan saya sudah pernah kesana bersama keluarga saya, jadi saya tahu bagaimana lelahnya menuju Pura itu yang berada di puncak gunung Lempuyang. Untuk menuju ke sana kita tidak dapat mengunakan mobil melainkan dengan cara berjalan kaki.

Sesampainya di rumahku, aku langsung membagikan kamar untuk mereka termasuk keluarga bu Ayu. Saat sore hari Prita, Putra dan Ara langsung berenang di rumahku. Kami melakukan makan malam bersama, dan selalu berkumpul dan berdoa bersama setiap akan sarapan dan makan malam.

Pada hari pertama kita ke Pura Lempuyang Luhur dan Goa Lawah dan hari kedua berjalan ke Pura Besakih, Pura Batur, dan Pura Uluwatu. Di hari ke tiga kita semua menuju Pura Tanah Lot dan Pura Rambut Siwi.

Dari Titrayatra ini saya mendapat banyak pengalaman, mulai dari saya harus belajar bertanggung jawab untuk menjaga adik-adik Hindu yang semuanya masih SD, belajar untuk menjadi pemimpin, harus tetap tegar menghadapi segala sesuatu, dan juga belajar berani dalam mengambil suatu keputusan dengan tepat dan cepat. Contohnya ketika kita semua kelelahan sepulang dari Pura Lempuyang Luhur, akhirnya saya memutuskan tidak jadi ke Pura Andakasa dan ke Pasraman Ibu Gedong melainkan ke Pura Goa Lawah saja. Harapan saya agar di tahun yang akan datang dapat mengadakan Tirtayatra lagi. Terima Kasih pada kedua Orang Tuaku dan Sekolah Madania. (Made Wiwekananda Kusuma)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar